beritain.id- Pengadilan Tipikor Bandung kembali menggelar sidang kasus korupsi DAM Parit Dinas pertanian Karawang, Senin (15/08). Sidang kali ini, menghadirkan ahli hukum dari Universitas Trisakti DR Azmi Syaputra sebagai ad charge dari terdakwa.

Azmi mengungkap fakta baru terkait kasus korupsi DAM parit karawang dalam sidang yang dimpin oleh syarip, salah satunya terkait penetapan terdakwa yang hanya satu orang padahal korupsi dapat dilakukan oleh beberapa orang.

Baca juga:  RAPIMPROV III KADIN JABAR, Pesan Bey: Konsolidasikan Langkah Strategis Hadapi Dinamika Ekonomi dan Tantangan Global 2024

“Korupsi tidak hanya dilakukan satu orang karena ada sistem, ada alur, meja berbeda beda, engak mungkin orang mengeluarkan duit, tandatangan orangnya itu itu aja tapi akan banyak orang,” ujar ahli hukum DR Azmi Syaputra.

Azmi mengungkapkan jika bila hanya ada satu terdakwa berati ada sesuatu yang dihilangkan padahal dakwaan harus lengkap dan utuh.

“Kalau engak utuh berarti ada sesuatu yang diselamatkan, disembunyikan, penegakan hukum berada dijalan lambat karena ada distorsi,” ujarnya.

Baca juga:  Pantau Perkembangan Capaian Imunisasi Polio di Dashboard Jabar

Seharusnya kasus korupsi ini dapat dikembangkan, untuk menemukan orang yang turut serta dalam kasus tipikor DAM parit Kabupaten Karawang.

“Dia membatasi pertanggjawaban pidana yang seharus bisa diperluas pasal penyertaan itu malah dipersempit,” tambahnya.

Sementara itu dipersidangan penasehat hukum terdakwa mempertanyakan, mengenai adanya fakta yang berbeda dengan keterangan saksi dan dakwaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *