beritain.id – Warga sekitar Sungai Citarum bahagia dengan kehadiran jembatan permanen penghubung dua desa.

Jembatan Simpay Asih merupakan solusi atas permasalahan warga selama ini.

Jembatan yang terbuat dari besi sepanjang 70 meter dengan lebar 1,2 meter menghubungkan Desa Resmitinggal, Kecamatan Kertasari dan Desa Sukarame, Kecamatan Pacet. Selama ini jembatan semipermanen yang dibuat warga kerap hancur akibat diterjang air Sungai Citarum yang meluap ketika hujan turun.

Baca juga:  Dies Natalis ke 67, IPDN Semakin Matang sebagai Kampus Pencetak Pamong Praja Unggul

Sudah lebih dari lima kali warga swadaya membangun jembatan dengan bahan bambu namun tidak bertahan lama.

Panjang bambu yang terbatas membuat kaki – kaki jembatan dibangun di titik yang dangkal. Sedikit saja air meluap, jembatan hancur dengan mudahnya.

“Sudah nggak kehitung, buat lalu rusak diterjang banjir bandang. Sebelumnya juga ada rumah yang hanyut,” ujar Acep, warga Desa Sukarame, Selasa (10/5/2022).

Baca juga:  Forum Komunikasi Lalulintas hadiri rapat Penanganan dan Pencegahan Laka lantas Menonjol Secara Terpadu

Menurut Acep, warga sudah lama mendambakan kehadiran jembatan gantung yang menghubungkan dua desa. Sebagai masyarakat mayoritas petani, jembatan kokoh sangat berguna untuk  membawa hasil panen dan meningkatkan konektivitas wilayah sebagai jalan umum seperti anak sekolah.

“Alhamdulillah,  manfaat banget. Hatur nuhun,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *