bertain.d – Gerakan Pita Merah yang didirikan oleh para founder yang peduli pada anak-anak yatim piatu penderita HIV AIDS merilis sebuah kegiatan yang merupakan satu mata rantai berkelanjutan dari program donasi dan edukasi yang digawangi gerakan ini sejak 2017 lalu.

Dibawah komando Rizti Agralina, para founder Pita Merah yang terdiri dari seorang akademisi dosen, pengacara, dokter, pengusaha, pemerhati anak, bahkan ibu rumah tangga dan mahasiswa tergabung sejak lama di gerakan pita merah yang senantiasa konsisten membersamai para AYDHA (anak yatim dengan HIV AIDS) dari sejak pendeteksian dini, treatment, pemberian nutrisi sampai fase pemeliharaan kesehatannya.

Baca juga:  Penanaman enam pohon AKHLAK dilakukan di Kampus Univesitas Logistik & Bisnis Internasional (ULBI)

“Kali ini Gerakan Pita Merah Sumedang meluncurkan sebuah film bertajuk STIGMA sebagai bagian dari program edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya HIV AIDS yang seringkali disepelekan masyarakat, fenomenanya yang bak gunung es, keawaman masyarakat mengenai penyakit HIV AIDS sehingga berdampak pada ketidakpahaman dalam penanganan penderita, pengabaian, dan yang paling parah, STIGMA berlebihan yang diciptakan oleh ketakutan dan keawaman masyarakat mengenai penyakit HIV AIDS,” salah seorang founder Pita Merah, Rizti Agralina, Selasa, (18/7/2023).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *