beritain.id   – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Letjen TNI Suharyanto mengingatkan pemerintah daerah, bahwa wilayah yang telah dinyatakan tanpa kasus PMK atau zero case bukan berarti sudah aman dan terbebas dari virus penyakit infeksi tersebut.

Suharyanto yang juga menjabat sebagai
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
mengungkapkan, beberapa wilayah yang sebelumnya tidak ada kasus, ternyata muncul kasus baru.

Baca juga:  IKOPIN University Gelar Wisuda Ke-50, Rektor: Jadilah Problem Solving Ditengah Kemajemukan Masyarakat

“Seperti wilayah Provinsi Kalimantan Timur, ternyata kemudian muncul kasus baru hingga mencakup 200 ekor setelah beberapa waktu belum ada penularan,” kata Suharyanto dikutip dari rilis BNPB pekan ini.

Oleh karena itu, Suharyanto meminta para kepala daerah, agar wabah PMK tidak dianggap remeh.

“Ingat, zero case ini bukan berarti ini virusnya tidak ada. Kaltim baru beberapa hari ini menyatakan sudah zero case. Tadinya Kaltim itu tidak termasuk yang ada kasusnya, saat Satgas Penanganan PMK dibentuk. Di awal sudah ingatkan Kaltim jangan sampai kena. Ternyata kena juga,” ucap Suharyanto.

Baca juga:  Pemkot Bandung Bakal Terapkan Braga Free Vehicle

Sementara Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta masyarakat untuk tidak khawatir terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan kurban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *