beritain.id – Puluhan Kepala sekolah madrasah aliyah (MA) di Jawa Barat mendatangi kantor pemerintah Provinsi Jawa Barat, Hal ini bertujuan untuk menagih janji Gubernur Ridwan Kamil.

Jelang akhir tahun ini , MA Belum menerima BPMU dari pemprov Jabar.terkait pencairan bantuan pendidikan menengah universal (BPMU).

AT Saefulloh mengaku bersama kepala MA lainnya telah berjuang bolak-balik audiensi sepanjang tahun ini. Beberapa audensi sudah dilakukan.

Baca juga:  Buka Pocari Sweat Run Indonesia 2022, Ridwan Kamil: Hargai Sesama Pengguna Jalan

“Kalau boleh kami ceritakan, rata-rata sekolah punya utang tidak kurang dari Rp 200 juta. Pinjam ke koperasi, pinjam ke pribadi dulu dan sebagainnya. Untuk apa?, untuk membayar honor guru,” kata AT.

“Jadi kami, aliyah negeri dan swasta memohon kepada Pak Gubernur untuk memberikan upaya konkret agar BPMU ini bisa cair. Langkahnya bagaimana terserah Pak Gubernur yang paham,” ucap AT Ketua KKM MA Provinsi Jabar.

Baca juga:  Uu Ruzhanul Ulum Tutup Cycling De Jabar di Pangandaran

Akibat macetnya pencairan bantuan untuk siswa itu, MA di Jabar pun terpaksa berutang ke lembaga koperasi dan pribadi untuk bisa menggaji guru.

AT juga menilai belum adanya kejelasan pencairan bantuan BPMU ini sebagai indikator bahwa Pemprov Jabar tidak berpihak pada MA. Biro Kesra Provinsi Jabar juga dinilai tak aktif dalam menginformasikan prosedur pencairan BPMU kepada MA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *