Sementara itu, Suciwari, istri Almarhum Munir sang pejuang Hak Asasi Manusia juga mempertanyakan terkait tanggung jawab para pelanggar HAM berat tersebut.

Bahkan menurut Suciwari, Presiden Jokowi pun seharusnya memperjuangkan HAM dalam kasus 1998, dan kasus itu tidak boleh dilupakan oleh bangsa ini.

“Jadi menurut saya presiden Jokowi sudah seharusnya turut memperjuangkan HAM. Kan ketika dia naik jadi presiden dia memakai isu HAM dan ingin menyelesaikan. Namun saat ini justru dia malah bersekutu dengan para penjahatnya. Itu menjadikan negara kita menjadi surga bagi impunitas penjahat HAM,” beber Suciwari.

Baca juga:  Disparbud Jabar Gelar Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Penyelenggaraan Event

Dikatakan Suciwari, saat ini sudah sangat jelas bahwa presiden tidak mampu untuk membawa kasus pelanggaran HAM berat ke ranah pengadilan.

“Ya harusnya kan pelaku 12 pelanggaran berat HAM itu dibawa ke pengadilan dan sudah jadi tersangka, tapi ini malah didorong untuk kontestasi pemilu. Itu yang membuat saya semakin sakit hati,” kata istri Munir tersebut.

Baca juga:  Giat Tim Pembina Samsat Karawang Sosialisasi Dan Edukasi Layanan Samsat Di Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika)

Suciwari juga menyoroti sikap DPR RI yang dinilai tidak memiliki taring untuk bersama rakyat memperjuangkan kasus pelanggaran HAM berat di era reformasi tersebut.

“Ya masyarakat jangan diam saja juga diperlakukan seperti ini. Dan hari ini DPR RI melempem, yang hari ini menjabat jangan dipilih lagi,” kata dia. *(bobi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *