beritain.id – Eril. Begitu panggilan sayang yang disematkan keluarga untuk seorang anak laki-laki bernama Emmeril Kahn Mumtadz.

Eril adalah sosok anak, kakak, cucu, sepupu, teman, sahabat, dan rekan yang baik. Sangat baik. Jejak kebaikannya tersebar dan terasa, hingga orang di luar sana yang bahkan baru pertama kali mendengar namanya, ikut mendoakan Eril.

Ya. Kamis, 26 Mei 2022, Eril hilang saat berenang di Sungai Aare, Swiss. Dan pada hari Jumat, 3 Juni 2022, Eril dinyatakan telah meninggal dunia seiring keluarga telah mengikhlaskan Eril dan berkonsultasi dengan para ulama. Seruan salat ghaib kemudian diumumkan karena hingga dinyatakan meninggal dunia, Eril belum ditemukan.

Baca juga:  Pemdaprov Waspadai Penyebaran Polio Minta Kab/Kota Segera Kirim Sampel AFP

Ya, mungkin Tuhan pun begitu menyayangi Emmeril Kahn Mumtadz hingga memanggilnya kembali, terlalu cepat.

Eril lahir di New York, saat sang ayah –Ridwan Kamil– tengah menempuh pendidikan di pendidikan S2 di Universitas California, Berkeley.

Eril kecil dikenal sebagai anak yang tekun mencari ilmu dari satu tempat ke tempat lain. Sepulang sekolah, ia akan langsung mengikuti les. Sedangkan pada akhir pekan, ia akan berlatih renang.

Jadwal belajar dan latihan yang padat tidak pernah membuat Eril mudah mengeluh. Ia selalu bersemangat dan mengingat betul kapan ia harus les atau berlatih renang. Satu banyak kelebihan Eril adalah daya ingatnya yang kuat. Sekali baca, ia langsung hafal apa yang dipelajarinya.

Baca juga:  Masih Jadi Polemik, Pemda Provinsi Jabar Akan Tunda Proses Bantuan Pembangunan Masjid Margonda

Berbekal ketekunan dan keuletan itu, Eril selalu berprestasi secara akademi, baik saat bersekolah di SD dan SMP Pondok Pesantren Darul Hikam Bandung maupun SMA Negeri 3 Bandung.

Eril bukan anak yang sering mengumbar mimpi atau cita-citanya. Eril adalah anak mandiri. Ketika mengejar cita-citanya, Eril tak pernah meminta ini-itu. Ia akan berusaha sendiri dengan sekeras-kerasnya, sebaik-baiknya.

Ambil contoh saat Eril ingin berkuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia tidak pernah berkata-kata pada banyak orang, termasuk sepupu terdekatnya. Namun, ia tiba-tiba memberi kabar bahwa ia masuk ITB dengan jerih payahnya sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *