beritain.id – Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum memastikan, pemberian vaksinasi pencegahan penyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap hewan ternak akan terus digencarkan.

Pak Uu -sapaan Uu Ruzhanul Ulum menjelaskan, saat ini pihaknya memang tengah kekurangan stok vaksin, karena keterlambatan pengiriman ketersediaan barang.

“Bukan kekurangan, tapi stoknya belum datang. Kayak kemarin vaksin corona (Covid-19). Bukan kurang, tapi belum datang,” ujar Pak Uu di Ciwalk, Rabu 28 September 2022.

Dia melanjutkan, pihaknya akan segera menyosialisasikan kepada peternak Ketika Vaksin PMK telah datang untuk segera dilakukan injeksi dalam pencegahan penularan penyakit yang disebabkan Apthovirus tersebut.

“Insya Allah akan secepat mungkin dan disosialisasikan kepada masyarakat peternak,” tandasnya.

Sementara Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta masyarakat untuk tidak khawatir terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan kurban.

Kang Emil sapaan Ridwan Kamil memastikan penanganan terhadap infeksi virus PMK di Jabar dilakukan dengan maksimal. Salah satunya dengan mempercepat vaksinasi.

“Masyarakat Jabar tetap tenang, penanganan PMK hewan di Jabar tertangani dengan baik menjelang Iduladha bulan depan, jangan khawatir,” kata Kang Emil.

Ia menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi PMK pada hewan ternak di Jabar dilakukan tiga tahap yakni suntikan pertama, kedua, dan booster.

“Sama seperti vaksinasi COVID-19 suntikan pertama, kedua dan booster,” ucap Kang Emil.

Bagi hewan ternak yang sudah diperiksa sehat dan cukup umur, kata Kang Emil, akan diberikan sertifikat yang dipasangkan pada leher hewan. Hal itu menandakan bahwa hewan tersebut sehat dan siap untuk dikonsumsi.

“Semua yang sehat akan dikasih sertifikat yang bisa dicek menggunakan handphone. Jadi nanti di setiap kuping sapi sehat bisa di-scan barcode-nya, menandakan itu siap untuk dilakukan kegiatan khususnya untuk sapi potong,” tandasnya.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *