“Kami berinisiatif dengan Pak Gubernur LPTQ yang ada di Bandung Raya akan dimanfaatkan kembali untuk menjadi pesantren qiroah. Tapi pesantren bukan hanya Alquran yang dipelajari, kitab-kitab lain pun agar ada keterpaduan. Jangan sampai bisa baca Alquran tapi salatnya enggak benar,” kata Pak Uu.

Nantinya para santri atau generasi muda akan belajar dan dibiayai oleh Pemda Provinsi Jawa Barat. Sebelumya akan ada seleksi di kabupaten/kota dan yang terpilih akan mulai dipesantrenkan, perwakilannya dua laki-laki dan dua perempuan.

Baca juga:  KBRI Bern dan Polisi Swiss Perluas Pencarian Emmeril Kahn Mumtadz

“Insyaallah pemerintah akan mengelontorkan dana untuk suksesnya qiroah, hafidz dan hafidzoh di Jawa Barat dengan dimanfaatkannya kampus LPTQ,” tutur Pak Uu.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jawa Barat Barnas Ajidin sekaligus juga Ketua Umum MTQ ke-37 Tingkat Provinsi Jawa Barat menuturkan, MTQ Jabar akan diselenggarakan di Kabupaten Sumedang 18 – 25 Juni 2022.

Baca juga:  Wagub Jabar: Kader Posyandu Harus Paham Dunia Digital

Mengusung tema MTQ Melesatkan Jawa Barat sebagai Provinsi Terdepan dalam Inovasi dan Kolaborasi, MTQ kali ini diikuti 1.123 peserta dari kabupaten kota di Jawa Barat. Adapun hadiah bagi pememang akan diupayakan yang terbaik dan lebih dari sebelumnya.

“Memang sudah ada yang niat, bahwa semua yang juara satu tingkat nasional akan diberi rumah. (MTQ) Tingkat provinsi, kami masih hitung,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *