beritain.id   – Selain berkunjung ke Kecamatan Cikajang, Satgas Penanganan PMK Nasional turut meninjau Kecamatan Cisurupan, Kamis (20/10). Ini dilakukan untuk mengetahui implementasi dan progres penerapan lima strategi utama penanganan wabah PMK.

Kecamatan Cisurupan telah menerapkan vaksinasi para hewan ternak sapi dan kambing. Selain itu, biosecurity juga telah dilakukan pada kandang ternak, khususnya yang terjangkit PMK.

Proses keluar masuk hewan ternak di Kecamatan Cisurupan diberlakukan rapid test dan biosecurity yang ketat untuk mencegah penularan PMK dari luar maupun dalam wilayah Cisurupan.

Baca juga:  Sekda Herman Suryatman: Jabar Dukung Kebijakan Identitas Kependudukan Digital

Para peternak turut diimbau untuk memaksimalkan proses pengobatan hewan yang terjangkit PMK hingga sembuh sehingga hewan ternak dapat dijual kembali dan tidak perlu ada penurunan nilai jualnya. Hal ini dilakukan untuk menjaga perekonomian para peternak agar tetap stabil.

Kunjungan tim Satgas Penanganan PMK Nasional ke Jawa Barat menjadi salah satu tujuan provinsi dalam rangkaian kegiatan monitoring dan evaluasi penanganan PMK di Indonesia.

Baca juga:  Cegah PMK, Ternak Masuk Pasar Hewan Tanjungsari Wajib Dilengkapi SKKH

Turut hadir dalam kegiatan tersebut tim dari Kedeputian Bidang Logistik dan Peralatan BNPB, Inspektorat BNPB, Pusat Pengendalian Operasi BNPB, Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, BPBD Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Garut, perwakilan dari Badan Karantina Pertanian, Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Garut, serta IDHSI.

Sementara Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta masyarakat untuk tidak khawatir terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan kurban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *