beritain.id – Provinsi Jawa Barat merupakan wilayah terdampak Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak yang saat ini mengalami penurunan.

Meski demikian, Pemerintah Jawa Barat terus melakukan vaksinasi terhadap ternak sebagai langkah pencegahan penyakit PMK.

Disamping itu juga, hingga saat ini masih perlu dilakukan upaya edukasi kepada masyarakat tentang upaya pencegahan dan penanganannya.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Letnan Jenderal TNI Suharyanto, hadir dalam Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi Penanganan Penyakit Kuku dan Mulut di Provinsi Jawa Barat tahun 2022.

Acara tersebut berlangsung di Hotel Grand Mercure, Jalan DR. Setiabudi 268 Bandung. Turut hadir dalam acara tersebut semua jajaran BPBD Jawa Barat dan Kabupaten Kota dan TNI, baru-baru ini.

Baca juga:  Jasa Raharja Bekasi Lakukan Tes Pengambilan dan Sosialisasi kepada Pengemudi Transportasi Umum di Terminal Bekasi untuk Menjamin Jaminan Perlindungan Penumpang

Letjen TNI Suharyanto, mengatakan perkembangannya cukup menggembirakan artinya dari posisi nomor 2 secara nasional sekarang Jawa Barat sudah masuk di posisi ke-7.

“Masih ada 1932 ekor lagi yang masih kasus positif tetapi yang harus didorong adalah vaksinasinya. Soalnya vaksinasi baru 2% dari jumlah populasi,”ujarnya saat ditemui dalam Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi Penanganan Penyakit Kuku dan Mulut di Provinsi Jawa Barat tahun 2022 di Hotel Grand Mercure, Jalan DR. Setiabudi 268 Bandung

Baca juga:  Gubernur Jawa Barat Buka 1 Pintu untuk 200 Alumni Kemah Kebangsaan 2022

Suharyanto mengungkapkan tetapi setelah dilaksanakan rapat koordinasi baru ketahuan ternyata memang populasi hewan ternak di Jawa Barat, sekitar 12 juta titik beratnya ada di kambing dan domba.

“Ternak domba dan kambing selama ini mereka menganggap tidak divaksin, karena vaksin ini untuk sapi dan kerbau. Tetapi karena di Jawa Barat yang terbanyak hewan ternaknya adalah kambing dan domba. Maka tadi kita sepakat domba dan kambing harus diberi vaksinasi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *