“Saya harapkan mobil listrik Hyundai Ioniq 5 ini, akan menjadi milestone penting dalam pengembangan kendaraan listrik di Indonesia, memacu pengembangan mobil listrik yang semakin canggih dan diminati,” tuturnya.

Nantinya dalam beberapa waktu mendatang, mobil listrik ini akan menghiasi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara sebagai transportasi utama. Selain itu, mobil listrik juga menjadi tumpuan utama untuk aksesibilitas warga IKN dalam berkegiatan yang tetap mengedepankan polusi udara ramah lingkungan.

Guna merealisasikan hal itu, Kepala Negara menyebut Indonesia harus menjadi pemain penting dalam global _supply chain_ di industri mobil listrik. Saat ini Indonesia adalah negara yang memiliki sumber daya mineral yang sangat besar untuk mendukung pengembangan mobil listrik.

Baca juga:  Bawaslu Jabar Menilai E-voting Belum Siap Diterapkan untuk Pemilu 2024

“Kita punya nikel, kita punya kobalt, sebagai material penting untuk baterai lithium. Bauksit yang bisa diolah menjadi aluminium yang kemudian dapat dimanfaatkan untuk kerangka mobil listrik. Serta tembaga yang dibutuhkan untuk baterai dan sistem kabel-kabel di mobil listrik,” kata Jokowi.

Baca juga:  Ridwan Kamil : Petani milenial bukan program karpet merah

Menurutnya, momentum tahun 2022 ini akan menjadi aset penting untuk pengembangan baterai lithium untuk kendaraan listrik. Beberapa investor akan memulai konstruksi yang siap mengolah nikel dan kobalt menjadi bahan material lithium baterai.

“Dan pada tahun 2024, mobil-mobil listrik yang diproduksi di Indonesia sudah menggunakan baterai listrik dan juga komponen-komponen penting lainnya yang diproduksi di negara kita, Indonesia,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *