Selain sektor energi, Kang Emil juga menjajaki kerja sama di bidang ekonomi kreatif. Ia bertemu dengan Penasihat Ekonomi Kreatif di London, John Newbigin.

“Ekonomi kreatif belum ada organisasi secara internasional yang bisa mewadahi berbagai potensi, membangun jaringan, serta mengembangkannya secara maksimal,” kata Kang Emil.

“Yang ada biasanya konferensi yang digelar setahun sekali dan bersifat rutin. Untuk skala global itu jarang. Kita ada rencana berkoalisi, tapi bukan koalisi politik, melainkan berkoalisi untuk membuat ekonomi kreatif agar mempunyai impact yang lebih besar,” terangnya.

Pada Oktober 2022 direncanakan digelar deklarasi di Bali pendirian organisasi koalisi ekonomi kreatif dunia.

Baca juga:  IKOPIN University Ajak Kolaborasi Seluruh Koperasi di Indonesia

“Saya berharap, kita dapat bekerja sama menciptakan sebuah organisasi baru yang  mempunyai dampak lebih global bagi ekonomi kreatif di seluruh pelosok negeri, khususnya di Indonesia dan Inggris,” ungkap Kang Emil.

Dalam kunjungan kerja ini Ridwan Kamil bersama Kepala Dinas ESDM Provinsi Jabar dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jabar juga bertemu dengan pihak University of Nottingham sebagai tindak lanjut dari penjajakan kerja sama penurunan emisi karbon di bidang transportasi.

Pemda Provinsi Jabar dan University of Nottingham telah menandatangani Letter of Intent (LOI) pada September 2021, menyepakati kerja sama timbal balik dalam bidang penelitian, pengembangan peta jalan kendaraan listrik, model bisnis, dan infrastruktur kendaraan listrik dalam negeri di Jawa Barat.

Baca juga:  Ridwan Kamil : Pendidikan Karakter Lahir dari Kepedulian Sesama

“Kami ingin membantu perusahaan-perusahaan menengah kecil berbasis teknologi dapat menjadi rantai pasok untuk kendaraan listrik.
Hal ini tentunya dengan berkolaborasi dengan universitas yang ada di Indonesia,” kata Asisten Profesor Teknik Kimia dan Lingkungan University of Nottingham, juga Koordinator UK-Indonesia Consortium for Interdisciplinary Sciences Bagus Muljadi.

Adapun riset yang akan dilakukan mencakup pengembangan model usaha stasiun pengisian kendaraan listrik dan implementasinya, serta  pemanfaatan energi baru terbarukan di Jawa Barat. Untuk penandatanganan nota kesepahaman (MoU) direncanakan dilakukan dalam waktu dekat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *