BANDUNG – Angka kematian ibu dan anak di Jawa Barat masih menyumbang sekitar persen dari total angka kematian ibu secara nasional yakni sekitar 800 dari 4.700 kasus, sementara angka kematian bayi secara nasional mencapai 34.000 kasus per tahun. Hal itu sempat disampaikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi belum lama ini.
Atas dasar itu, pencegahan stunting dan kematian ibu dan anak di Jawa Barat kembali menjadi fokus utama pemerintah daerah, yang kini menekankan pentingnya pendampingan kesehatan sejak remaja hingga masa kehamilan.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat pun terus memperkuat berbagai langkah pencegahan melalui edukasi kesehatan reproduksi, deteksi dini, dan pemenuhan gizi ibu hamil. ‘Kawal Bumil Fest’ yang digelar di Kiara Arta Park menjadi salah satu kegiatan dalam memberikan edukasi kepada para ibu hamil.
Sekretaris Perwakilan BKKBN Jawa Barat, Kukuh Dwi Setiawan menyampaikan, persoalan kesehatan ibu dan anak hari ini berakar pada minimnya kesiapan kesehatan perempuan sejak usia remaja.
Ketika kita bicara kesehatan ibu dan anak, sebetulnya kita bicara mulai dari remaja. Banyak perempuan yang bahkan tidak sadar bahwa dirinya sedang hamil. Padahal dua bulan pertama seluruh susunan saraf janin sudah terbentuk,” kata Kukuh pada acara ‘Kawal Bumil Fest’ di Kiara Arta Park, Sabtu (15/11/2025).
Ia juga menegaskan, kurangnya kesadaran tersebut dapat berdampak pada kualitas generasi mendatang. Karena itu BKKBN Jabar menggaungkan pentingnya deteksi dini melalui program Kawal Bumil, yang mendampingi ibu hamil, memantau risiko, dan memastikan nutrisi terpenuhi.
Menurutnya ada tiga fokus utama yang ingin dicapai yakni mengurangi angka kematian ibu, menurunkan angka kematian anak, dan mencegah stunting.
“Stunting bisa dicegah ketika ibu hamil tercatat, terdampingi, dan terpenuhi nutrisinya,” tuturnya.
Kukuh juga mengatakan, pencegahan stunting harus dimulai sejak remaja. Anemia menjadi faktor risiko terbesar karena berdampak pada produktivitas hingga tumbuh kembang janin.
“Remaja harus minum tablet tambah darah, menjaga nutrisi, dan melakukan skrining sederhana,” tuturnya.
Lebih jauh ia memaparkan, Jawa Barat menyumbang sekitar 70 persen kasus anemia perempuan di Indonesia. Pola makan cepat, kurang istirahat, minim olahraga, dan tingginya mobilitas membuat risiko anemia semakin meluas.
“Stunting adalah dampak jangka panjang modernisasi. Jika satu generasi stunting, generasi berikutnya bisa ikut terdampak,” jelasnya.
Sementara itu, Kabid Kesejahteraan Keluarga DPPKB Kota Bandung, Endah Komalasari menyampaikan, berbagai layanan bagi ibu hamil dan remaja berjalan melalui program BKB dan BKR. Ia menekankan pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan sebagai masa emas tumbuh kembang anak.
Pemkot Bandung pun rutin melakukan audit stunting, termasuk kunjungan ke rumah ibu berisiko dengan tim lengkap mulai dari dokter anak, dokter kandungan, ahli gizi hingga psikolog.
Namun tantangan perkotaan masih besar kepadatan penduduk, akses air bersih, sanitasi hingga pengelolaan sampah masih memengaruhi kasus stunting.
Untuk memperkuat dukungan, Bandung meluncurkan Gerakan Orang Tua Asuh Stunting, sebuah kolaborasi yang turut didukung Rumah Zakat, Blackmores, PKBI, hingga UNFPA. Meski posyandu tersebar luas, tingkat kehadiran masyarakat masih rendah.
“Kehadiran di posyandu baru 50–60 persen. Ketika ada penjemputan warga, angka itu naik, tapi kalau tidak menurun lagi. Ini PR besar untuk mengubah perilaku masyarakat,”ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, acara yang merupakan kolaborasi dari Pemerintah Pemprof Jabar melalui BKKBN Jabar, Rumah Zakat, UNFPA Indonesia, dan DPPKB Kota Bandung, menggelar prenatal yoga yang diikuti ratusan ibu hamil. Selain itu juga talk show interactive serta booth activity dihadirkan sebagai wadah edukasi para ibu hamil.
“Sekitar 189 per 100 rebu kelahiran ibu dan 187 Jabar, artinya Jawa Barat menjadi penyumbang tinggi di Jawa Barat. Karena itu, kenapa kami juga menggelar acara ini di Jawa Barat, dengan harapan menjadi kesadaran bersama. Dan kami yakin, event ini menjadi wadah edukasi yang sangat bermanfaat bagi para ibu hamil,” tandasnya.






