beritain.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) belum bisa memprediksi kapan berakhirnya penyebaran virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Penyakit ini dapat menyebar dengan sangat cepat mengikuti arus transportasi daging dan ternak terinfeksi, serta menimbulkan kerugian ekonomi yang sangat besar akibat penurunan berat badan permanen.

Sub Bidang 2, Satgas Penanganan PMK Bidang Pencegahan BNPB, Lilis Siti Muttmainnah menjelaskan, penyebaran virus PMK itu butuh penangan serius yang memerlukan peran aktif semua elemen masyarakat.

Baca juga:  Wagub UU Safari Ramadhan ke Pesantren Miftahul Huda

“PMK ini butuh penangan serius. Karena kalau tidak ditangani dengan serius, kerugian ekonominya juga akan berdampak pada kerugian negara juga. Makanya semua masyarakat perlu tahu bagaimana upaya pencegahannya,” ujar Lilis, di sela-sela Bimbingan Teknis (Bimtek) Fasilitator Penanganan PMK di Mercure Bandung City Center, 23 September 2022.

Perempuan berkacamata ini menegaskan, pihaknya terus melakukan upaya pencegahan guna meminimalisir penyebaran virus PMK. Terlebih, berakhirnya virus tersebut tidak bisa diprediksi. Walaupun kata Lilis, kasus saat ini mulai berkurang, tetapi virus tersebut masih berpotensi besar untuk terus muncul di lingkungan sekitar.

Baca juga:  Ridwan Kamil Bertemu Ironman Asal Cirebon

“Kita semua tidak bisa lepas tangan. Makanya kami berusaha terus meminimalisir penyebaran viris PMK ini sehingga kalau pun masih ada kasus, tapi dampaknya tidak besar,” terangnya.

Dijelaskan, memang PMK itu mustahil menular terhadap manusia. Akan tetapi, hewan ternak itu bagian penyumbang protein bagi manusia. Kemudian, sebagian besar perekonomian masyarakat tergantung pada hewan ternak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *