Kota Bandung – Musyawarah wilayah (Muswil) IX Jawa Barat akan berlangsung di Gedung Sate, Sabtu (15/11/2025), Ketua Umum Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Chriswanto Santoso mengingatkan bahwa pemimpin bukan membangun kekuasaan atau kekuatan tapi kepercayaan.

“Saya selalu menanamkan kepada daerah-daerah, ingat bahwa pimpinan bukan membangun kekuasaan, bukan membangun kekuatan, tapi membangun kepercayaan. Anda sekuat apa pun, kalau tidak dipercaya, tidak akan berjalan,” ujar Chriswanto pada Jumat (14/11/2025).

Menurutnya, kepercayaan hanya dapat tumbuh dari sikap amanah, jujur, dan bertanggung jawab. Ia menilai, sosok pemimpin yang dipercaya tidak akan mudah digantikan.
Terkait proses pemilihan ketua dalam Muswil, Chriswanto memastikan pihak DPP LDII tidak akan mengarahkan atau menyetir jalannya pemilihan wilayah. Sikap itu diambil agar tidak terjadi konflik berkepanjangan, mengingat kompetisi pasti menghasilkan pihak yang menang dan kalah.

“Saya dari DPP tidak mendrive daerah. Ini salah satu cara agar tidak terjadi konflik berkepanjangan. Karena biasanya yang kalah itu yang menjadi masalah. Maka saya mencoba tidak mendrive,” ungkapnya.

Ia berharap, dengan memberikan kebebasan, tidak akan terjadi perselisihan antarkubu karena setiap jamaah memiliki kandidat unggulan masing-masing. Biasanya, proses mengerucutnya calon pemimpin terjadi menjelang pemungutan suara melalui diskusi internal dan komunikasi informal.

Chriswanto menyebutkan ada 27 suara yang akan menentukan Ketua DPW LDII Jawa Barat terpilih. Ia juga menilai peran ulama cukup menentukan, karena para ketua DPD kabupaten/kota umumnya mengikuti arahan para ulama.

Sebagai Ketua Umum, Chriswanto berharap sosok pemimpin LDII Jabar ke depan mampu menerjemahkan program kerja DPP serta membangun sinergi kuat dengan pemerintah provinsi. Menurutnya, LDII memiliki kekuatan sosial, sementara pemerintah daerah memiliki otoritas regulasi dan pembangunan infrastruktur.

“Kami ini berinteraksi langsung dengan masyarakat di bawah. Dari petani, pedagang, hingga UMKM sebagian besar adalah warga LDII. Sementara Pemprov punya program dan otoritas pembangunan. Sinergitas ini penting agar komunikasi berjalan baik, sehingga kami bisa memberikan masukan dan juga memperoleh akses program untuk disalurkan ke masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPW LDII Jawa Barat petahana, Dicky Am Harun, menyatakan kesiapannya apabila kembali diberikan amanah untuk memimpin.

“Insyaallah, 100 persen siap. Namun di lapangan kita lihat nanti bagaimana perkembangan. Saya juga ingin ada regenerasi yang baik, pergantian yang smart, cerdas, dan landai, tanpa menimbulkan gesekan,” ucapnya.

Dicky menegaskan bahwa pemimpin di LDII adalah figur inspirator, bukan eksekutor. Karena itu, ia mendorong kerja tim yang solid, di mana setiap biro bekerja sesuai bidangnya dan terhubung dengan pemerintah provinsi,” Dengan demikian, ketua tidak menjadi pusat kekuatan, tetapi bagian dari kerja kolektif organisasi,” tandasnya.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *