“Dalam waktu 12 hari Praja dapat menyelesaikan validasi data kemiskinan yang real dan akurat. Aplikasi KELOM ini sangat bagus, karena dapat menghasilkan angka baru jumlah kemiskinan yang update dan akan menjadi acuan bagi Kota Tasikmalaya dalam menghasilkan solusi untuk penurunan angka kemiskinan terkhususnya di Kota Tasikmalaya,” kata dia.

Oleh karenanya, Praja IPDN turun langsung ke lapangan melihat kondisi warga sekaligus membantu Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam mendistribusikan bantuan makanan kepada masyarakat penderita stunting.

Kontribusi tinggi yang diberikan oleh praja IPDN, sambung Hadi, membuat Pj. Walikota Tasikmalaya memberikan penghargaan kepada 7 kelompok Praja yang telah berhasil membantu verifikasi data kemiskinan di aplikasi Kelurahan On Mobile (KELOM). PJ Walikota Tasikmalaya memberikan apresiasi yang tinggi atas kontribusi praja IPDN kepada pemerintah Kota Tasikmalaya.

Baca juga:  Wapres RI Apresiasi Dies Natalis ke-66 IPDN Kemendagri Secara Virtual

Sementara itu, Pj. Wali Kota Tasikmalaya menghaturkan terima kasih, atas apa yang telah dilakukan oleh kampus IPDN.

“Saya mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi yang tinggi atas kegiatan magang yang dilakukan oleh praja IPDN ini. Terima kasih telah mempercayai Kota Tasikmalaya untuk dijadikan tempat praktik magang. Dengan adanya kegiatan magang dan juga kontribusi praja IPDN, pemerintah Kota Tasikmalaya akhirnya mampu mendeteksi dan memvalidasi data kemiskinan yang real dan akurat. Sehingga nantinya berdasarkan data yang telah diberikan oleh praja IPDN ini, kami akan mampu membuat kebijakan-kebijakan yang sesuai dan tepat sasaran khususnya terkait masalah kemiskinan dan stunting,” ujar Cheka Virgowansyah.

Baca juga:  RK Vidcon Peringati Hari Otda Dari Pakuan, Berikut Jadwal Lengkap Emil Esok Hari

Cheka menjelaskan, data hasil lapangan yang dilakukan praja IPDN terkait angka kemiskinan di Kota Tasikmalaya nantinya akan segera diverifikasi ke BPS Kota Tasikmalaya.

“Jadi prinsipnya sekarang ini datanya sudah ada, mulai dari kategori sangat miskin, miskin dan rentan miskin, sehingga sudah jelas datanya,” pungkas Cheka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *